MY LOTUS

MY LOTUS

Jumat, 22 Juli 2011

Sampaikanlah Pesanku Pada Teknologi


Dunia yang Agung
Dalam dirimu selalu ada warna
Warna itu nyata meski abstrak
Warna itu rias damai pengisi ruangmu

Dunia............
Kau dan teknologi
Teknologi dan kau
Adakah ruang untukku?

Dunia.............
Mayamu sungguh abstrak
Mendobrak dinding-dinding rasa penasaran
Tinggi mengangkasa bersama kecanggihanmu

Dunia dan teknologi
Adakah ruang untukku?
Bolehkah aku sekedar mendapat kesempatan untuk mengenalmu?
Atau haruskah aku menguasaimu?

Barisan para intelektualmu menatap langitmu
Binar-binar mata yang kuat dalam cemerlangmu
Tapi aku bukan barisan itu
Barisan para intelektualmu seolah melekat denganmu, tapi aku juga bukan barisan itu

Dunia ..........
Kabarkanlah pada teknologi
Katakanlah padanya
Aku bukan seorang yang menggilainya, sekali lagi aku bukan barisan intelek itu

Dunia .........
Ucapkanlah pada teknologi
Bahwa aku hanya titik yang sekedar ingin mencoba mengenalnya
Titik yang bersedia mengenalnya dengan hati, bukan ambisi

Dunia........
Sampaikanlah pesanku pada teknologi
Bahwa di tanganku bukanlah software mutakhir, penasaranku juga mudah terkikis
Tapi aku membawa dan membiarkan hatiku mengenal serta berusaha mempelajarinya

Dunia ......
Sampaikanlah pesanku pada teknologi
Aku tak ingin menguasainya, aku hanya ingin mengenal baik dirinya
Meski mataku masih samar menatap kabut kecanggihanmu

Teknologi........
Tapi berilah sedikit ruang bagiku......
Untuk sekedar menjadi sahabatmu
Bukan sebagai yang menguasaimu..



Jumat, 15 Juli 2011

Aku malu



Bukan aku yang mau, malu
Aku ingin seperti mereka yang percaya diri
Aku ingin bisa percaya pada diriku sendiri
Aku ingin aku mampu berkata aku bisa

Aku ingin aku mampu berkata dan percaya pada perkataanku sendiri
Aku dikaruniai lidah, aku mampu bicara
Tapi aku tak mampu menunjukkan aku mampu
Aku tak kuasa berhadapan dengan berpasang-pasang mata yang mengarah padaku

Aku tak kuasa melihat segelintir orang di sekitarku
Aku malu.....
Aku punya pendapat, tapi aku membiarkannya berada di otakku
Aku juga punya ide, tapi aku menanahannya dalam pemikiranku

Aku hanya pemikir dalam diriku sendiri
Aku hadir, tapi aku tak mampu hadir di tengah mereka
Aku ada, tapi aku tak mampu menunjukkan keberadaanku di hadapan mereka
Aku tak mampu berinteraksi

Hanya orang-orang tertentu yang mampu mengenal siapa aku?
Aku malu....
Aku berusaha menjadi diriku
Aku belajar untuk tidak malu

Tapi kapan proses itu menjadi kenyataan?
Kapan rasa malu ini berganti rasa percaya diri?
Aku percaya, aku yakin
Suatu saat nanti aku yang memimpin pembicaraan itu.

Suatu saat nanti aku mampu tegak dalam kepercayaan kepada diriku sendiri
Suatu saat nanti, aku mampu berada di titik tengah suatu forum
Aku mampu menunjukkan ide dan pendapatku
Aku bukan hanya berurusan dengan pena kertas lagi

Tapi aku akan berani berada di tengah tatap mata itu.................................................................

Kamis, 07 Juli 2011

Puisi Sederhana untuk Langitku

Puisi Sederhana untuk Langitku

Langit.................
Bolehkah ku memanggilmu dengan kata itu
Satu kata yang membuatku menyukaimu
Satu kata yang menjadikanmu indah dimataku

Langit.....................
Bolehkah ku terus memandangimu
Sejak biru hingga hitammu
Mengikuti setiap liku tarian awan

Langit......................
Tidakkah kau kesepian dia atas sana?
Adakah bintang, rembulan, dan mataharu sebagai sahabatmu?
Ataukah aku di sini sebagai pengagummu?




Langit ..............
Pernahkah kau mendengar mekodi terindah?
Tahukah kau? Melodi itu gemericik air matamu
Riak-riak di dataran bumi ini

Langit .....................
Pernahkah kau mendengar amukan emosi dasyat ?
Tahukah kau? Emosi dasyat itu dentuman petirmu
Menyambar, menghantam, penuh kekuatan

Tapi............
Aku tahu, hatimu sedang dingin
Habar bagai tanpa angin
Tanpa cahaya dalam liukan galaksimu

Kami di sini mengizinkamu menangis
Menangislah langitku, jika itu baik.