PUISI UNTUKMU SAHABAT
Hari berganti hari
Bulan berganti bulan
Kini tahun telah ikut juga berganti
Telah banyak rajutan kisah yang terukir indah dalam memori kecil kita
Hembusan angin membawa kabar kegelisahan
Berhembus bersama dengan gumapalan awan hitam
Membumbung jauh ke angkasa
Sunyi tak berbintang
Ketika itu, suasana semakin mencekam
Tak ada secercah pun sinar
Tak ada seorang pun yang menemani di sisiku
Tak mampu ku membendung kegelisahan
Kini waktu tak kan beri kita ruang
Ruang tuk membiaskan pelangi indah bersamamu
Di atas lembaran kertas putih tak berdebu
Demi menggoreskan kisah indah warnai hari-hari
Tak banyak yang dapat kuberi
Di saat terakhir ini
Hanya butiran kata-kata sederhana
Yang dapat kurangkai menjadi bait-bait puisi untukmu
Puisi yang berbalut kasih sayangku padamu
Puisi yang berselimut rasa terima kasihku padamu
Puisi yang menyimpan tetesan air mataku untukmu
Puisi yang bersenandung melodi alami dari nurani
Meski kata-kata ini tak berarti untukmu
Meski ku tahu, seringkali kau bosan dengan ini
Meski ku tahu ini hanya lembaran pengotor rumahmu
Tapi izinkan ku hadir dalam hatimu melalui puisi ini
Karena kelak ku tak mampu memandangmu setiap waktu
Ku juga tak mampu membiaskan pelangi bersamamu
Ku tak kan mampu lagi selalu ada di sisimu
Meski ku tahu kehadiranku terkadang tak kau inginkan
Namun saat terindah dalam hidupku
Adalah saat ku mendapat kesempatan
Kesempatan tuk mengenal dan menjadi sahabatmu
Kesempatan tuk melewati batuan terjal bersamamu
Sahabat…………………………………………….
Kau akan selalu kukenang dalam hatiku
Kau kan selalu menjadi bagian terindah dari mozaikku
Kau kan selalu bersemayam dalam ruang suci dalam nurani
Tak kan kulupakan segala yang telah kulalui bersamamu
Tak kan kubiarkan kenangan itu hilang begitu saja
Kan ku abadikan semuanya dalam museum istimewa dalam jiwaku
Karena senyumanmu senantiasa menghiasi taman hatiku
Dan dirimu senantiasa menjadi malaikat kecil hariku
Meski raga ini tak dapat saling bertemu setiap waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar