Parents Is Not The Best People In The World, But Parents Is Inspiration For Their Children Forever
Orang tua memang segalanya bagi anak mereka. Baik ayah maupun bunda. Merekalah yang menghidupi kami para buah hati. Yang memberi secercah cahaya kehidupan untuk menangtang dunia dengan segala potensi diri. Merekalah yang menerjang kerasnya dan terjalnya kehideupan demi sang buah hati, tak peduli buah hatinya berbakti atau tidak. Insting, nurani, serta pemikiran mereka sungguh suci dan lembut. Kain sutera saja yang harganya very expansive alias sangat mahal terkalahkan oleh lembutnya nurani mereka.
Tak hanya itu, perlu diketahui oleh kalian para remaja, orang tuamu sungguh tak pernah takut akan apapun yang menghalangi kebahagiaan buah hatinya. Entah itu berat, sulit, mustahil pun mereka terjang. Sekali beraksi semua yang ada di hadapannya berusaha dilaluinya. Meski badai menerjang hingga ke tulang rusuk, meski beban sungguh amat berat yang mereka panggul di punggung. Seakan tulang belakang mereka ingin berteriak,”waw berat banget nih bebannya.”ah itu sih tidak mungkin terjadi. Hanya saja memang jika organ tubuh mereka dapat berbicara pasti yang terlontar adalah keluh kesah. Untung saja, Alloh maha pintar sehingga menciptakan hambanya dengan berbagai keistimewaan. Dan tak mungkin alloh mengizinkan hal konyol itu terjadi. Beruntung ya kita menjadi hamba-Nya.
Dunia yang sudah mencapai tingkat rapuh. Tak sedikit pun mereka gubris. Karena kerutan di wajah orang tua kita itu melebihi kedasyatan sang bumi yang dermawan ini. Sungguh, super hero pun mereka kalahkan, superman, spiderman, bat man, cat woman, itu semua kalah oleh kuatnya orang tua kita. Bahkan lebih ekstremnya lagi tujuh keajaiban dunia pun tak ada bandingnya dengan ketulusan hati orang tua kita.
Tapi di lain sisi, orang tua pun pasti punya kesalahan yang sepatutnya kita sebagai buah hati mereka memperingatkan agar mereka tidak melakukan kesalahan itu terlalu jauh. Ya, kita juga perlu ambil andil dong. Jangan hanya diam saja jika orang tua kita salah. Namun, harus dibedakan cara memperingatkannya ya. Krena mereka adalah insane yang amat mulia. Jadi bahasanya pun harus sopan. Ya, masih banyak sih anak yang salah kaprah akan hal ini. Namun mungkin mereka hanya belum mengerti apa yang harus mereka lakukan. Butuh engertian dari orang tua mereka. Ada pepatah yang mengatakan komunikasi dengan orang tua walau hanya 10 menit itu sangat bermakna disbanding dengan 1 jam curhat dengan teman sebaya mereka. Karena saya rasa apa yang ada pada diri kita pasti orang tua kita jauh lebih tahu disbanding diri kita sendiri. Dan untuk para orang tua, sebaiknya harus lebih sabar menghadapi berbagai sikap buah hatinya, selama itu masih dalam tingkat kewajaran. Jangan tanggapi hal ini dngan emosional. Karena emosi yang dikeluarkan orang tua dengan mudahnya menuju otak dan kemudia disampaikan ke hati sehingga akan timbul kesnjagna komunikasi bahkan hubungan antara anak dan orang tua.
Anak-anak itu perlu perhatian lebih. Tapi, jangan salah remaja juga perlu perhatian yang penuh juga. Krena remaja merupakan tingkat dimana seorang anak menuju ke dewasa. Dalam hal ini orang tua harus lebih mengawasi pergaulannya. Aalagi masalah remaja yang amat kompleks menyulitkan mereka mencari solusi yang tepat. Maka dar itu berilah saran dan berikan kesempatan itu walau hanya 10 menit untuk berbincang-bincang tentang apa yang dilaluinya hari ini. Dengan begitu segala campur aduk perasaan tak menentu akan hilang dengan sendirinya serta berakhir dengan ketentraman. Sungguh sejuk hal itu . Kata-kata halus pasti dinanti oleh para buah hati terutama para remaja. Karena melaui kata-kata itu sebuah kunci solusi mereka dapatkan. Jangan hanya bilang harus ini dan itu atau hanya menasehati saja. Namun tindakan yang nyata juga perlu dipelihatkan oleh para orang tua kepada anak mereka. Layaknya guru kencing berdiri murid kencing berlari. Apabila perilaku yang orang tua tunjukan tidak sesuai dengan saran yang diberikan itu akan membuat anak berkata,”buat apa melaksanakan hal itu, ayah dan bunda saja tak bisa melakukannya.”
Hal itulah yang mendorong para remaja berbuat sesuka hati mereka. Yang ada dipikiran mereka hanyalah bagaimana menyenangkan diri. Sehingga tak jarang jalan yang mereka pilih menyesatkan. Pergaula yang membawa mereka ke arah tak benar. Layaknya air sungai yang kotor karena tercemar oleh lingkungan setempat maka air kotor itu akan terus mengalir dan mencemari air disekitarnya. Maka sebagai orang tua selayaknya harus mengawasi secara detail pergaulan mereka terutama para remaja sebelum tindakan mereka menjurus ke pergaulan ekstrem. Namun ini juga bukan berarti mengekang setiap perbuatan anaknya atau bisa disebut moneter gitu. Di sisi lain tindakan orang tua yang terlalu hiperprotektif membuat anak merasa tak dapat bergaul dengan lingkungan masyarakat di sekitarnya. Ya…………..sering disebut “kuper” alias kurang pergaulan. Sehingga cenderung tak punya teman.
Dunia ini sangat luas. Banyak sekali hal-hal yang unik serta goresan-goresan peristiwa di seluruh negra. Fatamorgana pun kian Nampak di sudut-sudut dunia. Otomatis penghuninya pun beragam. Banyak orang tua di seluruh dunia memiliki trik andalan untuk mendidik anak mereka. Jangan jauh-jauh melancong dulu, kita lihat di tanah ibu pertiwi ini. Setiap daerah memiliki sifat unik para orang tua. Malah terkadang himpitan ekonomi membuat anak diperlakukan tidak adil . padahal siar sana sini dengan tema anak adalah anugerah terindah serta amanat ilahi yang harus dijaga dengan sepenuh hati.
Satu hal yang sering terjadi di kehidupan nyata para anak dan orang tua adalah orang tua selalu menganggap dirinya lebih benar dari anaknya, sehingga apa yang dikatakan oleh anak mereka tak mereka pedulikan. Namun anak-anaknya pun salah dalam proses penyampaiannya. Mungkin kurang sopan, atauterlalu emosi. Ya,….. sebenarnya sih ga ada yang salah tapi hal yang mustahil jiika manusia tak berdosa. Maka bagi para orang tua jangan salah karena “parents is not the best people in the world, but parents is inspiration for their children forever.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar