MY LOTUS

MY LOTUS

Sabtu, 14 April 2012

Dengarkanlah.......

Dengarkanlah nurani kami berbicara...
Rasakan setiap niat baik membuncah
Menari-nari indah di atas hitamnya kebusukan hati
Tersenyum lemah diatas ketidakpastian

Bersiap menantang sejuta parit penghalang
Gerakan kuat dari semangat jiwa yang membara
Kami ingin lulus.... kami ingin lulus......
Jeritan hati teguhnya kepercayaan

Ketika bulatan hitam menjadi saksi hari-hari perjuangan kami
Ketika selembar kertas komputer menghiasi hari-hari kami
Ketika di sinilah saatnya tiga tahun dipertaruhkan
Ketika disinilah saatnya langkah kaki dituju pada gerbang baru

Dengarkanlah .......
Kami laskar yang ingin lulus dengan kejujuran
Kami laskar yang ingin berteriak kami bisa!
Kami laskar yang ingin menjadi saksi para kecurangan..
Kami laskar yang ingin menjadi indonesia sejati
Indonesia yang berkarakter jujur dan percaya diri

Dengarkanlah....
Wahai lembaran-lembaran kecurangan
Wahai secarik kertas bertulis kunci
Wahai para pengedar dan para penguasa

Tidak sadarkah kalian...
Kami disini bertarung bersama ketidakpastian
Semangat dan usaha kami dipertaruhkan bersama dengan gumpalan kecurangan

Apakah hidup ini adil?
Apakah hidup ini adil?

Ketika bibit bangsa ingin melewatinya dengan sebuah kejujuran
Ketika bibit bangsa ingin melewatinya dengan sebuah kerja keras murni
Namun.... mengapa sebuah kejujuran itu sangat langka?
Apakah kejujuran itu petaka? Apakah kejujuran itu bumerang?
Apakah para anak bangsa yang berusaha jujur akan mendapat sebuah kepahitan yang mendalam?
Apakah seburuk itu makna kejujuran?
Apakah bumi pertiwi ini sudah mengutuk kejujuran itu?

Dengarkanlah....
Sejenak sisakan nuranimu,.... sedikit saja... untuk merasakan hati kami
Hati kami yang gelisah dan gundah
Ketika sebuah kerja keras dan semangat dipertanyakan hanya karena sebuah klise kehidupan hanya sebuah ambisi

Dengarkanlah.....
Kami laskar yang ingin menertawakan lembar kecurangan
Dan ingin tersenyum kepada diri kami
Kami ingin berteriak lulus dengan balutan kejujuran disetiap bulatan hitam itu

Dengarkanlah.....
Indonesiaku.... ridhai kami...
Kembalikan citramu sebagai bangsa yang jujur
Meski itu langka...

Dengarkanlah indonesiaku....
Tak bisakah kau mengatakan pada mereka, mengetuk hati mereka, membuka mata mereka...
Ataukah tangan-tangan Tuhan yang akan bertindak?
Membela anak bangsa yang hanya meminta keadilan dari sebuah niat atas kejujuran
Membela anak bangsa yang berusaha dengan kemampuannya meski dihadapannya sebuah tembok ketidakpastian raksasa
Dan ketika takdir kejujuran itu dipertanyakan?
Tuhan yang akan membungkam para lembar kecurangan
Tuhan yang akan membungkam sejuta lisan kebohongan