MY LOTUS

MY LOTUS

Sabtu, 28 Mei 2011

Z E N I T H


Pendakian makna sebuah nama menuju mimpi, cita dan harapan......  

               Aku ingin menjadi bunga teratai yang senantiasa indah dengan keindahan yang dimilikinya yang selalu tampil indah dimanapun berada, tidak peduli di air kotor sampai air jernih sekalipun, aku ingin menjadi bunga teratai yang mampu memberikan kehidupan bagi orang-orang sekitarku, mampu memberikan warna, mampu tampil dan mengakui keistimewaanku, aku tidak ingin menjadi bunga teratai yang digambarkan oleh Sanusi Pane, aku ingin aku membuat dunia tersenyum kepadaku, aku tidak ingin melukai satu orang pun di dunia ini, aku hanya ingin menjadi sumber kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarku, aku ingin mewujudkan mimpiku dengan caraku.... Aku ingin mendaki setiap jengkal mimpiku, dari titik Nadir sampai ke Zenith, aku ingin mendaki hingga ke makna namaku yang sesungguhnya “ Z E N I T H ”,  Titik Puncak..................................

                   Aku ingin mencapai puncak itu, puncak dari diriku sendiri, puncak dari kehidupanku, harapan orang tuaku, harapanku, mimpiku, tawa dan tangisku, kerja kerasku, semangatku, keyakinanku,  Aku ingin mengumpulkan mozaik demi mozaik itu, warna demi warna yang tercipta di dalam kertas hidupku, aku akan menciptakan kesatuannya..........      Aku tidak akan berhenti sampai di sini, aku akan selalu memberikan warnaku untuk semuanya, aku akan berusaha selama aku masih bisa... Aku akan mencapai Zenith yang selalu ku nanti dan ku harapkan dan merasakan setiap sari pati kehidupanku.

Kamis, 26 Mei 2011

PENGABDIAN


Pengabdianku ,…………………
Akan selalu  kutunjukan  padamu
Walau  tak  sehebat  mentari 
Yang  menyinari  bumi
Walau  tak  seindah  rembulan  malam
Yang  menyinari  bumi  nan  kelam
Namun kan  kuberikan  semua  yang  terbaik
                   Disinilah  tempatku  menuntut  ilmu
                   Membuka  cakrawala  dunia
                   Menembus  bayangan  semu
                   Melangkahkan  kaki  dengan  mantap
                   Meniti  jembatan masa  depan yang tak beratap
Entah , apa yang harus ku berikan padamu
Selain menunjukan prestasiku
Demi  mengharumkan  namamu
Demi  mengangkat  citramu
                   Cintaku  padamu
                   Akan  selalu  terpatri  dalam  hatiku
                   Cintaku  padamu      
                   Akan  selalu  terlukis indah dalam sanubariku   

CAHAYA PERSAHABATAN



Ketika  sunyi  datang                     
Ketika  sepi  menghadang           
Merasuki   relung  hati
Menggoreskan  gundah  di hati
Ku  tak  berdaya
Menghadapi   semua
Jarum  berdetak 
Mendegupkan  jantung
Di  setiap  detak
Menyampaikan   rasa  bimbang  yang  agung
Saat  itu  kulihat  sinar  mentari
Bersinar  terang  menyinari  bumi 
Gemuruh   angin   menghampiri
Mungkin kah   bertanda   persahababatan kan  diakhiri?
Aku  tak  tahu …………………..
Mengapa  bisa   begini 
Apakah   salahku
Hingga  semua  terjadi


Kini   ku  tak  melihat  cahaya  persahabatan
Ku  tak  melihat   binar-binar  persahabatan
Ku  tak   merasakan    indahnya  persahabatan
Kemana   sahabatku  pergi
Mengapa  tinggalkanku  sendiri
Alunan   lagu  “kepompong “
Seolah   melukiskan  persahabatan  ini
Seolah   menyindir  persahabatan   “Trio  Bani “    
Akankah    semua  ini  berakhir …………?
Mungkinkah   cahaya  ini  redup
Atau  bahkan  tak  kan  bersinar  lagi
Aku  hanya  mernung  sepi


Namun …………………….
Semua  kisah  pesahabatan 
Tak   mampu  kulupakan
Walaupun   sampai  akhir  zaman
Sahabatku   ………………………….
Ada   apa  denganmu  
Mengapa   engkau  berubah
Menjadi  kepribadian  asing

Sahabatku………………….
Sikapmu  tak  seperti  dulu
Senyumanmu  tak  seperti  dulu
Kata-katamu  tak  seperti  dulu
Aku  tahu …………………………..
Mungkin   engkau  ingin  mencari  suasana  lain
Ingin  mencari  suasana  yang  lebih  nyaman
Tapi   ku  mohon 
Jangan  kau  biarkan 
Cahaya   persahabatan  ini  redup
Jangan  kau  kubur
Kenangan-kenangan   persahabatan


Catatan : puisi pertamaku, sebelum aku menyukai yang namanya puisi.

MOZAIK CINTA DEWI KUNTI



DEWI KUNTI…………………………….
MUNGKIN DULU, NAMAMU TAK DIKENAL ORANG
NAMUN,KARENA KEGIGIHANMU MENGHANCURKAN BATU PENGHALANG
YANG MEMBUATMU KINI GEMILANG

BANYAK ORANG TUA MEMPERCAYAIMU
MEMBERIKAN HATINYA PADAMU
UNTUK MENYEKOLAHKAN ANAK-ANAK MEREKA
DEMI MENCAPAI CITA-CITA

GURU-GURUNYA MASIH SAMA SEPERTI DULU
TERPANCAR BIAS KEIKHLASAN YANG MENYATU
MENYATU DENGAN PENGABDIAN ABADI
TAK PEDULI BADAI DATANG SILIH BERGANTI

SETIAP SUDUTMU 
MEMANCARKAN KENANGANKU
PENUH CINTA DAN WARNA
BAGAIKAN BIASAN PELANGI YANG MEMPESONA

AKU TAK DAPAT MEMBOHONGI PERASAANKU
BAHWA ENGKAULAH AWAL PERJALANANKU
ENGKAULAH YANG MEMBERIKU KESEMPATAN
UNTUK BELAJAR MEMECAHKAN BERBAGAI KESULITAN
ENGKAU AKAN TERUS BERDIRI KOKOH

AKU YAKIN ITU
KARENA KEGIGIHAN DAN KEBULATAN TEKADMU
SUNGGUH TANGGUH MENYENTUH HATI
JIKA KU SUKSES NANTI

TAK AKAN KULUPAKANMU
AKAN KU UKIR SELALU MOZAIK-MOZAIK CINTA DEWI KUNTI
BERHARAP KISAHNYA MENGALAHKAN LASKAR PELANGI

IZINKAN AKU TINGGALKAN HATIKU

Langit biru luas di angkasa
Gumpalan awan putih bergerak penuh pesona                                             
Kawanan burung berkicau merdu menyapa pagi indahku
Semilir angin berhembus menepis hampaku

Ku goreskan pena pada lembaran hariku
Penuh sejuta kisah hidupku
Warnanya beragam bagai pelangi di langit biru
Namun kini semua membisu

Khayalku terbang jauh ke sana
Penuh gelisah berselimut putus asa
Ku seakan tak mampu melewati semua
Tanpa mozaik indahku di sini, tempat ku berada

Kini ………………………………………
Ku tak mampu lagi berada bersamanya
Ku tak mampu lagi mengukir hariku
Ku tak mampu lagi melantunkan melodi kehidupanku di sini

Hatiku telah erat bersamanya
Telah ku tanamkan hatiku, dalam sedalam lapisan tanah ke tujuh
Setelah semua yang terjadi
Ku harus membawa hatiku pergi

Sungguh menyayat hati……………………..
Ketika hatiku telah tertanam erat di sini
Ku harus membawanya lagi
Membawanya ke tempat yang baru tak dikenali

Tuhan ……………………….
Izinkanlah aku tetap memberi hatiku padanya
Jagalah ia saatku pergi meninggalkannya
Izinkan ku tinggalkan hatiku di sini bersamanya

Kan ku tinggalkan hatiku di sini
Ditemani sepi berbalut ukiran kenangan indah merantai hati
Meski ku tak di sini lagi
Tetapi, hatiku kan selalu berada di sini

Hatiku tak kan pergi bersamaku
Ia akan menjadi pelangi untukmu
Meski ku tak mampu lagi berada di sisimu
Percayalah, hatiku kan selalu menemanimu

karya Zenitha Meida Sari


                                                                            
                  

Minggu, 22 Mei 2011

SATU HARI DI HIDUPMU



 Satu hari……….
 Kau akan gelisah
 Mengingat kesalahan hati
 Mengira-ngira noda di hati

 Satu hari………..
 Kau akan ingat
 Apa yang sebenarnya tak pernah kau ingat
 Mengingat apa yang tidak kau ketahui

 Satu hari……..
 Kau akan berimajinasi
 Memenuhi ruang pikiranmu
 Dengan hal-hal fantasi

 Satu hari………..
 Kau akan bertanya
 Bertarung dalam hati
 Berperang melawan emosi diri

 Satu hari……….
 Kau akan bermimpi
 Menembus kemustahilan
 Tuk meraih keberhasilan

 Satu hari………..
 Kau akan menyadari
 Dunia tak berarti
 Tak bermaksud dan tak berarah
 Tanpa cahaya-Nya

 Satu hari ……….
 Kau akan tahu
 Bahwa dunia ini kehampaan semata
 Gelap gulita tanpa kasih sayang-Nya

 Satu hari…………
 Kau akan melalui semua
 Yang tak kan pernah kau kira
 Itulah mozaik-mozaik kehidupan
 Penuh ketidakpastian
                

Karya
Zenitha meida sari
                 

MY SKY

Minggu, 15 Mei 2011

Di Balik Teknologi


             Teknologi bukan sekedar alat mutakhir yang diciptakan, bukan juga sebagai alat yang tercipta begitu saja dengan sendirinya, teknologi tidak akan hadir jika kita juga tidak bersedia hadir, jika kita tidak berusaha menyukainya, memahaminya, meresapinya. Teknologi bukan sekedar rangkaian program-program mutakhir, bukan sekedar eksperimen jitu, bukan sekedar kecanggihan maya yang tidak dapat ditelusuri, bukan juga sekedar hal yang dibutuhkan, teknologi bukan hanya kita menekan tombol-tombol di keyboard, memfokuskan kedua mata kepada layar dingin yang hanya bereaksi jika kita bereaksi, karena jika itu yang kita rasakan maka yang ada hanya rasa jenuh dan lelah. Teknologi itu menarik karena kita menyikapinya dengan semangat, karena kita menyambutnya dengan penasaran, menemaninya dengan rasa keingintahuan, memahaminya dengan keikhlasan.

            Ketika kita berusaha menyelesaikannya, ketika kita berontak dan muak karena kegagalan, ketika kita menekan semua tombol yang ada karena kesal, ketika kita berpikir untuk mengabaikannya, meninggalkannya, melupakannya, menganggapnya tidak ada, menyudahi percobaan kita, ketika kegagalan itu datang berulang kali, ketika logika tidak berjalan, ketika yang tersisa hanya rasa penasaran itu sendiri, rasa penasaran yang bertarung dengan pesimis, ketika semangat itu luntur, ketika tiba-tiba keberhasilan itu hadir memecah semuanya, menunjukkan dirinya, membuktikan semuanya, memberi damai pada rasa penasaran yang menggebu, kepada rasa pesimis yang kini mengalah, dengan teriakan “ yeeeeaaay aku berhasil! Yuhuuuu aku bisaaaa, aku bisaaaa, aku berhasiiiil, akuuuu mampu, aku ga gagal lagiii! ” sesaat itu juga, rasa bangga mendesir bagai ditiupkan memasuki ruang hati kita, rasa percaya diri, kepuasan yang tidak dapat diungkapkan, binar mata yang tak percaya, sensasi abstrak yang tidak dapat kita uraikan bahkan pada diri sendiri. Aku mengerti sekarang, semua itu, sensasi itu, sensasi dari semua kerja keras, mencoba, dan penasaran yang luar biasa, kegagalan, keberhasilan, rasa bangga, rasa puas, rasa ingin untuk mencobanya lagi dan lagi, rasa suka yang mulai hadir di hati para panggemarnya, yang membawanya lagi dan lagi untuk menjadi bisa dan berhasil dengan eksperimen softwarenya, ekspresi yang muncul, imajinasi yang tergambar abstrak, semua itulah warnanya, warna yang ada ketika teknologi itu hadir, warna yang mampu menarik minat banyak orang. Teknologi menantang minat dan semangatmu, maka penuhilah tantangan itu dengan warna kita masing-masing dengan cara dan jalan kita masing-masing. Jika dunia memerintahmu untuk menguasainya dengan obsesi, maka kuasailah dengan hati. Karena jika hanya sekedar obsesi, rasa panasaran itu akan hilang direnggut rasa pesimis ketika obsesi itu tidak menjadi kenyataan.


Never Say Never