Ketika sunyi datang
Ketika sepi menghadang
Merasuki relung hati
Menggoreskan gundah di hati
Ku tak berdaya
Menghadapi semua
Jarum berdetak
Mendegupkan jantung
Di setiap detak
Menyampaikan rasa bimbang yang agung
Saat itu kulihat sinar mentari
Bersinar terang menyinari bumi
Gemuruh angin menghampiri
Mungkin kah bertanda persahababatan kan diakhiri?
Aku tak tahu …………………..
Mengapa bisa begini
Apakah salahku
Hingga semua terjadi
Kini ku tak melihat cahaya persahabatan
Kini ku tak melihat cahaya persahabatan
Ku tak melihat binar-binar persahabatan
Ku tak merasakan indahnya persahabatan
Kemana sahabatku pergi
Mengapa tinggalkanku sendiri
Alunan lagu “kepompong “
Seolah melukiskan persahabatan ini
Seolah melukiskan persahabatan ini
Seolah menyindir persahabatan “Trio Bani “
Akankah semua ini berakhir …………?
Mungkinkah cahaya ini redup
Atau bahkan tak kan bersinar lagi
Aku hanya mernung sepi
Namun …………………….
Namun …………………….
Semua kisah pesahabatan
Tak mampu kulupakan
Walaupun sampai akhir zaman
Walaupun sampai akhir zaman
Sahabatku ………………………….
Ada apa denganmu
Mengapa engkau berubah
Menjadi kepribadian asing
Sahabatku………………….
Sikapmu tak seperti dulu
Senyumanmu tak seperti dulu
Kata-katamu tak seperti dulu
Senyumanmu tak seperti dulu
Kata-katamu tak seperti dulu
Aku tahu …………………………..
Mungkin engkau ingin mencari suasana lain
Ingin mencari suasana yang lebih nyaman
Tapi ku mohon
Tapi ku mohon
Jangan kau biarkan
Cahaya persahabatan ini redup
Jangan kau kubur
Kenangan-kenangan persahabatan
Catatan : puisi pertamaku, sebelum aku menyukai yang namanya puisi.
Catatan : puisi pertamaku, sebelum aku menyukai yang namanya puisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar