HANYA MAAF
Dalam gelapnya malam ku termenung
Menatap hamparan padang ilalang luas sunyi tak bergeming
Hanya semilir angin yang berhembus pelan
Menebarkan berjuta kegelisahan
Gelapnya tak dapat dilewati
Sungguh malam yang tak memberi cahaya
Hanya biasan sinar lampu malam
Yang berjuang menepis kelam
Langkah kaki tertatih mengarungi lautan mimpi
Di bawah atap biru jembatan tak berujung ini
Entah ke mana akhirnya
Entah sampai kapan petualangannya
Pertanyaan itu selalu bergelayut dalam anganku
Berputar-putar seolah menguasai seluruh ruang otakku
Memaksaku tuk menjawabnya
Berputar-putar seolah menguasai seluruh ruang otakku
Memaksaku tuk menjawabnya
Meskiku tak tahu akan jawabannya
Keadaan semakin mencekam
Malam semakin menunjukkan misterinya
Dalam kegelapan yang dasyat
Tersudut ku dalam sejuta firasat
Kegelisahan seolah merantai segenap perasaanku
Tak kuasa ku tuk mencoba keluar dari jeratan ini
Meski seluruh upayaku untuk melawannya
Meski seluruh upayaku untuk melawannya
Ia tak mau lepas dariku
Akhirnya ku mencoba menjawab
Sejuta pertanyaan yang bergelayut dalam pikiranku ini
Jawaban untuk diriku sendiri
Walau ku tahu jawaban yang menebar kepiluan hati
Semua ini berlalu begitu saja
Sinarnya hilang ditelan kegelapan bagai malam yang kelam
Ketenangannya sirna oleh angin kegelisahan
Hari indahku di bawah atap sejuk suci
Melangkah di atas jembatan tak berujung ini
Tuk mengarungi lautan mimpi
Kini harus bersambung menuju lembaran baru
Lembaran yang belum aku kenal sama sekal
Lembaran yang masih samar bagiku
Yang tak dapat ditebak-tebak
Dan tak dapat kuduga
Lembaran yang masih samar bagiku
Yang tak dapat ditebak-tebak
Dan tak dapat kuduga
Hari bahagiaku bersamamu sahabat
Kini hanya beberapa langkah lagi
Menuju gerbang perpisahan
Kesedihan yang tak tertahan
Sejuta bunga yang telah bermekaran di dalam persahabatan kita
Kini ia akan layu
Kini ia akan layu
Tapi ku tak ingin harumnya hilang
Ku juga tak ingin keindahannya sirna bersama ruang dan waktu
Sahabat kaulah kupu-kupu hatiku
Yang senantiasa terbang indah di atas bunga hariku
Bersemangat meski harus terbang menembus langit ke tujuh
Mengepakan sayap-sayap dengan kasih sayang dan kepercayaan
Sahabat kaulah sinar bintang di dalam kelamnya malam
Kaulah setetes embun dalam kegelisahan
Engkaulah ruang indah dalam segenap hatiku
Engkaulah ruang indah dalam segenap hatiku
Engkau selalu bersemayam dalam nurani
Banyak hal yang telah kau beri
Banyak warna yang telah kau ciptakan
Banyak kebahagiaan yang kau tebar
Banyak pelajaran yang telah kau ajarkan
Aku hanyalah sahabat yang tak sempurna bagimu
Berjuta kesalahan ada di setiap sudut diriku
Beribu kekhilafan terukir olehku
Segudang kekurangan tersimpan oleh diriku
Terima kasih sahabat
Atas semua yang kau beri
Atas semua warna indah
Atas semua gudang kebahagiaan
Hanya maaf yang mampu kuucap
Maaf karena ku tak mampu menjadi sahabat yang baik bagimu
Sahabat yang tak sempurna bagimu
Sahabat yang hanya menuai sejuta emosi bagimu
Hanya maaf……………..
Yang mampu kuucap
Maaf untuk segala-galanya
Maaf dari hatiku terdalam, nurani yang tak teraba oleh iblis
Meski ku tahu……..
Meski ku tahu……..
Maaf bukanlah hal yang bermakna
Maaf tak mampu menggantikan sejuta pengorbananmu untukku
Maaf tak mampu menghapus luka hatimu
Maaf tak mampu menggantikan sejuta pengorbananmu untukku
Maaf tak mampu menghapus luka hatimu
Hanya maaf yang menguasai segenap lisanku
Mengenalmu dan menjadi sahabatmu
Adalah angerah bagiku
Kesempatan yang lebih berharga dari semua yang berharga
Yang harus ku bawa sendiri
Menyesal akan kesalahanku yang kuperbuat padamu
Penyesalan dasyat yang merantai hatiku
Sekali lagi hanya maaf sahabat
Maafkan kesalahanku sahabat
Maafkan keegoisanku
Maafkan karena ku tak mampu menjadi sahabat yang kau impikan.
By Zenitha Meida Sari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar