Siapa yang mampu memecahkan batu permata
Nan jauh di seberang mata
Ku yakin ia tangguh
Berdiri tanpa jatuh
Biasan pelangi memecah langit di angkasa
Warna-warni kilauan indah mempesona
Perlahan hilang bersembunyi
Di balik awan kelam nan sunyi
Riak-riak sungai membelah muara
Di laut sana
Muara indah luas membentang
Seakan menantang
Sakura mekar menghalau negeri jepang
Lembut asri alami
Melambangkan ketenangan suci
Menyiratkan segudang harapan
Di bumi pertiwi ini
Di antara sudut-sudut kota tangerang
Ujung daerah yang mungkin tersembunyi
Ada setitik mozaik kecil membahana di kayangan
Saat petir menggelegar dataran bumi ini
Mozaik ini ikut terhujam dalam ke rongga tanah
Saat hujan turun membasahi bumi
Mozaik ini ikut mengalir mengikuti arahnya
Kicauan burung di pagi hari
Membangunkan sang mata meski kantuk memeluk erat
Memaksanya untuk melihat sejuta warna indah di dalamnya
Tahu kah apakah mozaik itu? Siapa dia
Dia hanyalah mozaik kecil di dalam lautan kayangan ilmu
Dia tersembunyi di muara ilmu
Hanya 37 siswa
Yang melekatkan niat dan hatinya dalam mozaik ini
9a meski nama yang cukup sederhana
Namun biar hatimu menilainya dengan penuh kejujuran
Ku yakin kau tahu jawaban itu
Mereka adalah siswa biasa namun tangguh akan apa pun
Jembatan tak berujung ini
Seolah menjadi saksi bisu
Akan kegigihan dan niat yang kuat
Tuk menuju muara pengetahuan
Muara yang entah dimana
Tak dapat dilihat hanya dengan kedua bola mata
Ia hanya dapat dilihat dengan nurani dan kemauan
Sungguh keagungan sang dewa ilmu
Lihatlah kawan……………
Sungguh anggun 9a di mata dewa ilmu
Betapa tidak, mereka ikhlas melawan waktu
Meninggalkan sejuta hasrat tak berguna
Meski awalnya berat……………….
Meski tubuh menolak
Seolah semua ini tak adil bagi kami
Ingin rasanya melepas nama ini
Namun waktu adalah suatu yang tajam
Ia lebih tajam dari apapun
Itulah yang dapat meluluhkan hati kami
Dan menyadarkan kami
Meski mentari siang bersinar riang
Seolah ingin menguji kami
Meski gumpalan awan sengaja menurunkan pasukannya
Pasukan hujan yang deras
Tubuh basah bukan halangan
Panas juga bukan rintangan
Semua harus kami jalani
Demi gapai sejuta mimpi
Setelah hujan turun membasahi dataran ini
Yang seolah mengemis kesejukan akan tetesannya
Ku yakin pelangi kan muncul menghias langit biru
Indah menyapa hati
Meski terkadang hawa persaingan terasa mencekam
Memaksa menampilkan yang terbaik
Tuk raih nilai yang memuaskan
Bahkan terkadang hal itu menggugurkan persaudaraan kami
Amarah menguasai nurani
Kesucian nurani kalah akan segudang emosi
Namun, kami sadar ini hanya ujian semata
Guna memperkokoh mozaik indah ini
Apalah sebuah mozaik jika tak ada warna gelap di dalamnya
Kini tinggal menunggu bom waktu
Mozaik ini kan pergi menuju jalannya sendiri
Tak ada lagi warna gelap di dalamnya
Yang ada hanyalah warna cerah
Indah mempesona sebagai akhir bahagia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar