MY LOTUS

MY LOTUS

Selasa, 22 Maret 2011

SEBUTIR MUTIARA HATI SEPANJANG MASA

Sungai seine terbagi dua tepat di bawah sang Eiffel
Riak-riaknya damai diterpa sinar keemasan musim panas
Gelombang yang tak bergeming tenang datar tetap elegan
Seolah ingin menunjukan keindahannya pada para wisatawan

Prancis seolah menjadi saksi para cendekiawan
Melangkah jauh menagih semangat setiap harinya
Ilmuwan terkemuka berada di sana
Di atas dataran suci Sorbonne

Prancis , mengunci sejuta impian
Menjulang tinggi laksana nyonya besar menara Eiffel
Bertarung dengan pengetahuan membawa negerinya dalam genggaman
Semua saling membanggakan negerinya penuh wibawa dan kejeniusan

Jauh jauh di sana sulit digapai setiap insan
Mimpi masih terkembang di hati semua insan
Meski bukan di prancis. Telah ku temukan muara sungai seine
Di dataran sederhana membawa ku pada pelajaran setiap harinya

Sungai seine yang indah adalah engkau guruku
Mengalir damai diterpa sinar keemasan hatimu
Buihnya tampak bagaikan butir mutiara sepanjang masa
Itu yang tak kan lekang oleh sang waktu

Senyumanmu menggugurkan perasaan malasku
Membuatku haus akan keajaiban ilmu
Ukiranmu di atas papan tulis putih lebih indah
Dari penemuan mereka para ilmuwan jenius

Tiga tahun sudah ku mendapatkan kesempatan indah ini
Kesempatan untuk mendapat keajaiban ilmu yang menandingi kejeniusan prancis
Hari-hari berubah menjadi sepenggal kenangan yang senantiasa memenuhi ruang hatiku
Muara, kini riakmu telah membawaku pada muara ilmu 

Meskipun waktu tak lagi memberiku kesempatan tuk keindahan itu
Tetapi sebutir mutiara hatimulah yang melukiskan prancis di hatiku
Kenangan itu bagaikan sungai seine kedamaian pikiranku
Terima kasih guruku, karena engkau ananda mampu seperti ini

Akan sangat kurindukan pemandangan prancisku di sini
Menyaksikan bunga musim semi bermekaran karena senyuman indahmu
Keikhlasan kasih sayang serta kemuliaan hatimu mengalahkan semua realita
Bagiku engkau ilmuwan hidupku

Maafkan segala kesalahan yang terlalu banyak kugoreskan di hatimu
Guruku, hanya terima kasih yang menguasai seluruh lisanku
Seolah membeku dengan kebisuan
Hanya dua kata, terima kasih yang memenuhi rongga mulutku

Tak mampu berkata-kata lagi
Hanya terima kasih atas semua ukiran prancis keajaiban ilmu yang engkau berikan tiga tahun ini
Buih keemasan menyilaukan nurani, keikhlasan itulah jawabannya
Sebutir mutiara yang tak kan lekang sepanjang masa hidupku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar