Izinkan Kubawakan Rembulan Untukmu Teman
Malam sepi, sunyi tak bertuan
Kota ini bagai kota yang terlelap dalam kantuknya
Terjerat dengan rutinitas yang tak beri ruang bernafas lega
Teruntai bagai bunga rampai kewajiban
Langit tetap tak peduli akan keadaan dibawahnya
Tak bergeming, hanya hanyut dalam rangkaian kegelapan
Bumi yang semakin tua ini juga seakan tak memikirkan tingkah sang langit
Langit memang atap dunia tapi bumi adalah pijakan
Kala kesunyian yang semakin menggelayuti damai hatiku
Kala kegelapan telah menelan sinar ketenangan
Kedua mata ini seakan terarah pada pemandangan langit sana
Sungguh , indah penuh sejuta pesona
Ketika ku menyerah pada kegelapan sang dewa malam
Saat itulah rembulan menerangi pandanganku
Menepis gundah yang menguasai hatiku
Mengubah kegelapan menjadi terang benderang
Kilauan bintang memperindah hamparan cipta-Nya
Sang rembulan tetap anggun ditengah hitamnya langit
Perlahan putihnya hilang
Menyisakan bias di ruang hatiku
Khayalku melayang …………
Dapatkah ku menggenggam sebuah bulatan bercahaya itu
Dialah rembulan sang dewi malam
Menerangi tidur setiap insan
Jika ku bisa memohon pada-Nya
Dan jika ku mendapatkan kesempatan itu
Aku mohon padamu, izinkan aku membawakan rembulan untukmu teman
Agar kau selalu mengingatku meski waktu tak beri ruang kita tuk jumpa
Ku ingin, biasan kenanganku denganmu kau simpan dalam ruang hatimu
Bagai biasnya rembulan, putihnya hilang tapi menyisakan bias indah di hati
Izinkan aku membawakan rembulan untukmu
Melalui rembulan ku ingin kau tahu, betapa ku bahagia berteman denganmu
Karya : Zenitha Meida Sari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar