MY LOTUS

MY LOTUS

Minggu, 19 Juni 2011

THE MIRACLE OF FRIENDSHIP

  
               Dunia ini adalah suatu anugerah indah maha karya Sang Pencipta. Penuh dengan berjuta keajaiban di setiap sudutnya, tak sanggup ku menghitung satu demi satu keajaiban itu. Tak mampu ku raba semua keajaiban itu, mereka ada tapi tak semuanya dapat ku lihat dengan kedua bola mataku ini. Kita tak perlu mencarinya jauh ke surga sana, tempat para bidadara dan bidadari bersemayam damai serta tempat orang-orang yang telah berhasil memperoleh timbangan amal lebih berat dari timbangan dosanya karena hal kecil yang tak kita sadari terkadang itu adalah suatu keajaiban yang tak dapat kita temukan di istana kayangan sana. Kesaksian dalam hatimu dan hatiku untuk membuktikan keajaiban itu muncul dari nurani bukan dari nafsu egomu. 

               Ketika mentari masih enggan keluar dari persemayamannya, ketika ia belum menampakan diri dari ufuk timur, angin bertiup menebarkan sejuta kesejukan. Masih tampak dari tepi dedaunan, tetesan embun yang membasahi permukaannya, membuat warnanya hijau berkilau berselimut embun pagi. Kala itulah hasrat tuk kembali memejamkan mata harus sirna karena terkalahkan oleh janji setia sebagai seorang pelajar sejati. Langkah kaki perlahan tapi pasti ,menuju suatu tempat yang amat suci. Tempat yang menyimpan berjuta benih-benih harapan suci dari hati mungil sang pelajar berseragam biru putih. Gerbangnya yang agung perlahan dibuka seolah menyambut kedatangan pelajar berseragam putih biru ini dengan kobaran semangat dan senyuman indah. Meski langit di angkasa masih tampak biru muda diwarnai oleh awan-awan yang bergelayut bagaikan gumpalan kapas putih dan mentari seakan baru keluar dari persemayamannya belum bersinar dengan sengatan teriknya, kala ini udara terasa hangat menyapa tubuh yang dikuasai oleh semangat suci dan tekad kuat tuk gapai cita, semilir angin nampak bertiup dari timur ke barat menggerakan dahan-dahan pepohonan seolah meliuk-liuk mempesona.  

               Dataran bumi yang tak rata ini menjadi saksi kerja keras pelajar berseragam putih biru ini tuk meniti jembatan tak berujung ini, tuk satukan berbagai perbedaan demi menggapai satu tujuan yang sama yaitu memperoleh hasil dari benih-benih harapan yang ia tanamkan dulu ketika ia  baru menginjakkan kaki ke dalam istana dewa ilmu ini.

               Di istana dewa ilmu inilah, ku mendapatkan pelajaran lain selain di bidang intelektual. Pelajaran yang tak ku dapatkan di mana pun, pelajaran suci penuh warna. Pelajaran yang tak ada bandingnya di dunia. Tahu kah kamu pelajaran apakah itu? Pelajaran tentang persahabatan. Persahabatan yang penuh dengan warna. Persahabatan kecil ini tumbuh bagaikan mozaik di tengah berjuta mozaik di istana dewa ilmu ini. Berawal dari pertemuan yang tidak direncanakan sebelumya. Mungkin ini adalah goresan takdir-Nya di dalam kitab Luhul Mahfudz. Ku belajar tuk menjadi diri sendiri dengan berusaha tidak melukai perasaan sahabat-sahabatku. 

               Menahan ego, amarah dan sikap individualistis serta ditambah dengan bilangan kejujuran maka akan menghasilkan kepercayaan.  Inilah rumus rahasia dari persahabatan ini. Meski sederhana, meski tak serumit rumus matematika atau fisika, namun rumus inilah yang senatiasa memperkokoh rajutan persahabatan. Kesempatan untuk mengenal dan menjalin rajutan persahabatan denganmu adalah keajaiban terindah yang ada dalam hidupku, keajaiban yang dapat kurasakan kedamaiaannya setiap hari ketika kita berjuang keras bersama menerjang berjuta rintangan demi kewajiban  sebagai seorang pelajar yakni menuntut ilmu. Keajaiban yang dapat ku pandangi setiap hari dari biasan senyum bahagiamu. Keajaiban yang dapat ku temui hanya di sini.

               Di saat hatiku mendung seakan hujan petir menyambarku, engkaulah, sahabat yang dapat menghilangkan semua itu. Engkaulah pelangi indah dalam hatiku, yang senatiasa membuatku tersenyum damai meski ku tahu semua ini tak akan berlangsung selamanya, meski ku tahu ini akan berakhir dengan lautan air mata dan gumpalan kesedihan yang sulit untuk diobati. Hariku indah, penuh tawa ketika ku bersamamu. Canda tawa yang terdengar di sudut istana dewa ilmu ini seolah menggema sampai ke lapisan langit ke tujuh. Meski terkadang di istana dewa ilmu ini canda tawa ku bersamamu hanya dipandang sebelah mata oleh mereka yang menyaksikannya. Namun ku yakin canda tawa ini kan terdengar bagaikan melodi indah dan merdu bagi mereka yang mendengarkannya dengan hati berbalut nurani bukan dengan sekedar telinga. 

               Kehadiranmu sangat berarti untukku. Tanpamu ku tak mampu mengukir hari demi hari indah dalam mozaikku, meski terkadang tingkahmu membuatku kesal bahkan membuat kita bertengkar satu sama lain karena semua yang berlebihan. Namun ku sadar akan hal itu, bahwa persahabatn tak selamanya canda tawa, ia pasti akan berselimut amarah bahkan air mata sekalipun.  Keajaiban persahabatanlah yang selalu mampu mengalahkan semua itu. Keajaiban persahabatanlah yang mampu mengubah awan mendung menjadi pelangi indah di langit biru. Hatiku dan hatimu kini telah erat, begitu sulit untuk dipisahkan. Sulit rasanya jika tanpa kehadiranmu sahabat. Ku harap keajaiban persahabatan kita ini akan selalu ada di dalam hati mungil kita masing-masing. Terkunci rapat dalam ruang yang terindah dalam hati. Ku mohon walaupun kita kan berpisah tapi jangan kau lupakan aku. Ku sadar ku bukanlah sahabat yang sempurna, bukan pula sahabat yang kau impi-impikan selama ini. Tapi izinkan aku untuk selalu hadir dalam hatimu meski raga ini tak dapat saling sapa tiap hari. Terima kasih atas semua keajaiban yang telah engkau beri padaku, sahabat. Maafkan semua kesalahanku, maafkan semua tingkahku yang pernah melukai hatimu. Dan satu permintaanku jangan kau sesali persahabatan ini, karena ini adalah keajaiban nyata yang dapat kita genggam bersama.

    

                    

1 komentar:

  1. cakeepppp...aku suka gambar teratai di blognya mbak....
    ayooo berkunjung ke blog akuuu...kutunggu jejakmu disana ya,,,^^

    BalasHapus